
Dalam kala ku melangkah
Terlihat jelas bayangmu dimata
Dalam setiap helai nafasku
Terisyarat kan rasa cinta padamu
Pabila malam tiba…………….
Rasa rindu slalu menyerang dada
Dengan berselimutkan cinta
Kucurah kan rasa ini
Dan atas nama cinta
Kupersembahkan hatiku untuk
Kau miliki………….
I LOVE YOU

KALIMAH CINTA
CINTA itu cahaya sanubari,
karunia Tuhan fitrah insani,
dan di mana terciptanya CINTA,
disitu rindu bermula…..
CINTA itu tidak pernah meminta,
tetapi memberi sepenuh rela,
rasa bahagia biarpun sengsara,
berkorban segala-gala…..
semua kerana CINTA,
yg pahit manis dirasa,
penghibur nestapa,
merawat duka,
damai dijiwa……
terpadam api benci permusuhan,
tejalin lah kasih sayang,
begitulah CINTA yang di impikan,
tanpa nafsu yang mencemarkan…..
dan jangan pula kerana CINTA,
kita pun leka entah kemana,
dan jangan pula kerana CINTA,
tergadai semua maruah agama…..

Tutup mata hatimu dari kebencian, jangan selalu gelisah, hiduplah dengan kesederhanaan, pengeluaran yang terbatas, memberi yang banyak, selalu bernyanyi, selalu berdo’a, lupakan masa lalu…selalu berpikir dengan perasaan, beri perasaan hatimu dengan cinta seperti matahari yang akan terbit…semua itu merupakan lingkaran emas dari kehidupan yang pasti akan berhasil


iyek kecil udah lahir…
Written by Muhammad Chabibullah Monday, 25 February 2008
Sabtu 16 Pebruari 2008 kemarin, tepat jam 2 dini hari, aku mendapat kabar dari keluarga di Malang, mbak ku Ida, yang usia kehamilan pertamanya sudah terhitung lebih dari 10 bulan, yang menurut USG bulan kemarin posisi bayinya ‘nyungsang’, akhirnya melahirkan juga, dengan cara normal pula! Alhamdulillah…., penantian ‘panjang plus deg-degan’ keluarga besar Abah-Umi terbayar dengan hadirnya bayi mungil berjenis kelamin laki-laki yang diberi nama Sayyid Aydrus Muchammad Syatir Aljufri panjang memang, tapi panggilan kesayangan dari kami cukup Iyek Kecil, hehe…Begitu dapet kabar, rasanya aku ingin segera meluncur ke Malang, kalau saja saat itu aku tahu nomor telpon Doraemon, pasti deh aku kontak dia buat pinjem Pintu Kemana Saja -oops, mulai ngelantur-. Setelah memikirkan dan menimbang matang-matang (maksudnya antara nengokin Iyek Kecil secepatnya dengan ke Malang pas bulan Maulid -yang biasanya sodara2 pada ngumpul plus bikin acara2 memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW-), akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Malang secepatnya. Maklum, begitu mendengar suara tangis Iyek Kecil lewat telepon, perasaan kok jadi kemerungsung pengen nengokin.
Ya sudah, akhirnya Rabu malam aku dan berangkat ke Malang. Setelah menempuh perjalanan selama sekitar 6,5 jam dengan Bis Cepat Eka jurusan Bandung-Surabaya, dilanjutkan sekitar 2 jam perjalanan dengan Bis Patas Surabaya-Malang, disambung dengan Mikrolet Biru jurusan Arjosari-Gadang (AG), akhirnya aku harus rela berjejalan dengan begitu banyak penumpang yang beraneka ragam bau dan modelnya yang gak sama di dalam mikrolet kuning jurusan Gadang-Gondanglegi-Bantur. Turun dari mikrolet kuning di Masjid Putat belum menjadi akhir perjalanan ku. Masih ada tukang ojek menunggu, yang akan membawa kami menyusuri jalanan aspal menembus perkebunan tebu (klo tebu-tebunya masih pada bayi, sumpah deh pemandangan di sini indah banget, hamparan bayi-bayi tebu dengan berpagar jajaran pohon kelapa yang hampir selalu melambai meniupkan angin sepoi-sepoi. Tapi klo tebunya udah mulai tinggi-tinggi, jalanan di situ jadi agak serem menurutku, hihi).
Setelah menempuh perjalanan total sekitar 10 jam (penghitungan waktu dimulai dari Tempat Kerjaku di Bandung sampai rumah Abah-Umi di MalangCoret), akhirnya kami sampai di sebuah rumah sederhana yang berdiri di tengah tanah seluas sekitar seribu meter persegi. Rumah yang selalu menyambutku dengan hangat, kapanpun aku tiba. Rumah yang kadangkala begitu aku rindukan untuk meredam berbagai penderitaan yang sedang aku rasakan *halah, malah kayak nulis novel*. Pokoknya, setelah perjalanan yang melelahkan itu, akhirnya aku ketemu juga sama keponakan pertamaku. Kesan pertamanya, whuaaa…. amaze banget!
Btw, mohon doanya semua yah, smoga Iyek Kecil ini menjadi anak yang sholeh, pintar, sehat, dapat membawa kebaikan bagi agama, keluarga dan negaranya, baik di dunia maupun di akhirat…
Berlangganan: Posting (Atom)